Apa Itu Pasar Modal? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Perannya dalam Perekonomian

Pasar Modal Adalah

Dalam berinventasi, masyarakat umum lebih familiar dengan investasi emas dan properti (tanah dan bangunan). Pasar modal dijadikan pilihan investasi hanya sebagaian masyarakat, persentasinya masih kecil jika dibandingkan dengan populasi masyarakat Indonesia.

Padahal, investasi di pasar modal memiliki ke istimewaan, selain bisa memberikan imbal hasil lebih baik dari deposito, pasar modal juga berperan dalam perekonomian nasional.

Bagaimana pasar modal bisa berperan dalam perekonomian nasional? Untuk menjawab itu, ada baiknya memahami dengan baik apa itu pasar modal sehingga bisa menyimpulkan perannya dalam perekonomian nasional.

Pengetian Pasar Modal

Pasar modal merupakan gabungan kata antara pasar dan modal. Konsep pasar adalah setiap struktur yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk menukar jenis barang, jasa dan informasi.

Modal, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan dan sebagainya.

Secara umum pasar modal dapat diartikan sebagai wadah bertemunya pihak penjual (emitem) dan pembeli (investor) untuk mendapatkan tambahan modal. Investor berperan sebagai pihak yang memiliki dana. Sementara itu, emiten merupakan sebuah badan usaha yang membutuhkan modal dan mengeluarkan surat berharga untuk diperdagangkan.

Menurut UU No. 8 tahun 1995, Modal, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adalah uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan dan sebagainya.

Baca juga : Mengenal Bursa Efek Indonesia, Lengkap dengan Sejarahnya

Keuntungan Investasi di Pasar Modal

Investasi di pasar modal memberikan 5 keuntungan, diantaranya:

  • Pencairan Mudah

Proses pencairan uang dilakukan dengan cara menjual saham yang Anda miliki. Anda bisa menjual di pasar negosiasi atau yang paling umum di pasar sekunder.

  • Modal minim

Pembelian efek bisa dilakukan dengan modal kecil. Pihak bursa telah melakukan perubahan satuan lot saham. Sebelumnya 1 lot saham bernilai 500 lembar saham, menjadi 100 lembar saham.

Misalnya harga saham ABCD dihargai Rp1000/saham. Minimal pembelian saham pada aturan baru 100 lembar saham. Sehingga modal  Rp 100 ribu (1000 x 100 lembar) doang sudah bisa membeli saham ABCD. Saat ini ada banyak pilihan saham diharga dibawah seribu rupiah.

Reksadana juga begitu, saat ini sudah ada Manajer Investasi yang menjual reksadana hanya Rp10.000 doang. Murah bukan? Bahkan lebih murah dibandingkan minum kopi di caffe kesayangan Anda.

  • Tingkat keuntungan cukup besar

Keuntungan yang diberikan pasar modal cukup besar, bahkan ada banyak orang yang bisa kaya raya dari pasar modal. Pasar modal memberikan 2 keuntungan untuk para investor, yaitu keuntungan capital gain dan deviden.

  • Nilai investasi bisa terus berkembang

Pada dasarnya investasi pasar modal adalah membeli asset perusahaan. Ketika telah memiliki saham dari perusahaan yang bagus, tentu perusahaan ini terus berkembang. Semakin tumbuh perusahaan ini, tentu akan memberikan keuntungan yang besar untuk investor.

  • Bisa digunakan sebagai jaminan

Pasar modal merupakan investasi legal dan berkekuatan hukum sehingga bisa digunakan sebagai jaminan. Dengan bisa dijaminakan, investor bisa mendapatkan uang tanpa harus menjual efek yang dimiliki.

Peran Pasar Modal dalam Perekonomian Nasional

Setelah memahami penjelasan mengenai pasar modal diatas, seharusnya sudah mendapatkan sedikit gambaran peran pasar modal.
 
Pada dasarnya, pasar modal menjadi wadah untuk pengusaha mendapatkan tambahan modal selain berhutang  ke bank atau pihak lain. Pengusaha akan membagi kepemilikan perusahaan kepada investor. Ini membuat perusahaan mendapatkan dana segar dari investor baru untuk melakukan perluasan perusahaan.

Kita contohkan perusahaan CDEF ingin memperolah pendanaan. Perusahaan ini memiliki nilai 1 T. Setelah melakukan rapat dengan seluruh pemilik perusahaan, perusahaan memutuskan akan menjual 25% saham kepada publik, Nilai pendanaan adalah 250 M.

Baca juga : Mengenal 3 Self-Regulatory Organization (SRO) di Pasar Modal Indonesia

Jika ada 100 orang yang ingin membeli 25% saham perusahaan CDEF, maka masing-masing harus menyediakan uang 2.5 M. Ini masih cukup besar untuk kebanyakan orang. Perusahaan juga tidak mau repot-repot berurusan dengan investor kecil.

Dengan adanya pasar modal, jumlah 250M bisa dibagi 1.000.000 lembar, sehingga nilainnya menjadi kecil dan investor kecil pun bisa ikut membeli perusahaan besar.

Ketika perusahaan sudah memperolah tambahan modal, perusahaan bisa memperluas bisnis. Perluasan bisnis akan membuka lowongan kerja, pada akhirnya pengangguran akan berkurang. Ekonomi masyarakat akan lebih bergairah dan bisa menyumbang pertumbuhan ekonomi nasional.

Pertumbuhan perusahaan akan meningkatkan penjualan, meningkatnya penjualan akan meningkatkan keuntuangan perusahaan. Ketika perusahaan untung, untuk siapa uangnya? Uangnya akan diberikan kepada investor.

Etss jangan lupa,  ketika perusahaan terus bertumbuh, harga saham juga akan terus naik. Investor yang ingin menjual sahamnya, bisa dijual dengan harga terbaiknya .

Gimana? Menarik buka investasi di pasar modal?

Belum ada Komentar untuk " Apa Itu Pasar Modal? Berikut Pengertian, Fungsi, dan Perannya dalam Perekonomian"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel